You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Warga Minta JPO Pasar Ular Diperlebar
photo Doc - Beritajakarta.id

Warga Minta JPO Pasar Ular Diperlebar

Warga meminta jembatan penyeberangan orang (JPO) di Kelurahan Rawa Badak Selatan, Koja, Jakarta Utara, tepatnya di sisi kanan Pasar Ular, agar diperlebar.

Ini terlalu sempit. Kalau boleh diperlebar

Pasalnya JPO tersebut dinilai terlalu sempit. Sehingga setiap warga yang hendak menyeberang dari jalan inspeksi Kali Sunter menuju Jalan Sindang, kerap berdesak-desakan.

Wapres Minta Basuki Tata Kawasan Kumuh di Jakut

"Ini terlalu sempit. Kalau boleh diperlebar," kata Rizki (32), salah seorang pejalan kaki, Senin (7/12).

Menurut Rizki, bila JPO tidak diperlebar, bukan tidak mungkin, akibat berdesakan, pejalan kaki bisa tercebur ke dalam kali yang tepat berada di bawah JPO.

"Bisa saja pejalan kaki jatuh ke kali karena berdesak-desakan. Soalnya, ini satu-satunya akses yang digunakan pejalan kaki untuk nyebrang ke Jalan Sindang," ujar Rizki.

Secara terpisah, Kepala Suku Dinas Bina Marga Jakarta Utara, Warsito mengaku, untuk melebarkan JPO di lokasi tersebut, pihaknya tidak memiliki wewenang. Meski JPO itu berada di atas kali, pelebarannya merupakan kewenangan dari Suku Dinas Perhubungan dan Transportasi Jakarta Utara.

"Seluruh JPO itu bukan kewenangan saya untuk melakukan pelebaran, itu ranahnya Dishubtrans," ujar Warsito.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Transjakarta Apresiasi Pelanggan Cilik Pengguna Setia Mikrotrans di Jaktim

    access_time11-10-2026 remove_red_eye14290 personAldi Geri Lumban Tobing
  2. Tera Perangkat SPKLU Pastikan Pengukuran Energi Listrik Akurat

    access_time09-10-2026 remove_red_eye11305 personAldi Geri Lumban Tobing
  3. Petugas Berhasil Evakuasi Jenazah di Kali Ciliwung

    access_time08-10-2026 remove_red_eye6764 personNurito
  4. MRT Jakarta Integrasikan Pembayaran Tiket JakLingko Mulai 12 Oktober 2026

    access_time09-10-2026 remove_red_eye3630 personAldi Geri Lumban Tobing
  5. Sudin Kesehatan Jakpus Sidak Dua Klinik Kecantikan Diduga Ilegal

    access_time06-10-2026 remove_red_eye1709 personFolmer